Kamis, 20 Februari 2014

Cerpen= Wanita Berselendang Hijau


Created by Mila Siti R

      Cahaya matahari yang terik menyelimuti siang hari ini di bulan Nopember, panas yang menyengat tubuh para pengunjung taman di depan stadion teladan. Berbagai orang melakukan kegiatan masing – masing di tempat itu.
Tetapi, ada seseorang lelaki yang sedang gundah menantikan seseorang yang melekat di hatinya tetapi belum mengenal wajahnya, wanita berselendang hijau.
Panggil saja ia “Fahmi”. Sudah tak terhitung lagi berapa kali ia berdiri tegak dari tempat duduk nya dan kembali duduk lagi sambil melihat kearah jam tangan. Sekarang Jam sudah menunjukkan pukul 1.
 Penantian hari ini berawal dari buku “La Tahzan” yang ia temukan di taman pada saat ia sedang istirahat setelah lari sore di taman itu pada bulan Mei yang lalu. Buku itu tepat dibawah pohon tempat ia duduk. Ia melihat – lihat kearah sekitar, apakah ada yang sedang mencari buku ini. Tetapi tidak kelihatan ada yang sedang mencari buku tersebut. Tak lama kemudian, tiba – tiba hujan pun turun membasahi bumi. Tanpa berfikir panjang Fahmi pun segera lari untuk mencari tempat berteduh dan kemudian pulang dengan membawa buku itu bersamanya.
      Pada saat malam setelah isya, Fahmi teringat atas buku yang ditemukannya tadi dan tertarik untuk melihatnya dan membacanya. “sungguh buku yang bagus”, serunya didalam hati.
Tapi, rasa ingin tahunya terpancing saat melihat coretan pena yang lembut dengan bahasa yang indah di lembar kedua sebelum sampul buku bagian belakang. Coretan itu berisi

“ wahai saudariku…
Yang indah dan baik hatinya
Janganlah terfikir olehmu bahwa
derai tudungku ini adalah tanda alimnya diriku..
aku sama sepertimu, masih mencari segenap cahaya
untuk menerangi perjalan hidupku,
karena tudungku ini bukan hanya sekedar menutupi
Tetapi juga  melindungi serta mengingatkan diri ini..
Menjaga setiap perbuatan sikapku dalam menjaga nama
Baik diriku dan agama ku…
Karena wanita adalah perhiasan dunia,
Yang keindahannya patut dijaga”

“Subhanallah, indah sekali kata – kata ini, andai ku bisa mengenal lansung siapa pemiliknya”
Dan iapun tersenyum senang ketika melihat ada alamat e-mail pemiliknya didalam buku tersebut. Fahmi pun bergegas untuk segera mengirimkan pesan ke alamat e-mail tersebut. Beberapa hari kemudian pesan e – mail tersebut dibalas oleh pemilik buku tersebut. Dan disitulah mulai kedekatan antara kedua insan tersebut. Ternyata pemilik buku tersebut bernama “Nisrina Zahirah”.
“Sungguh nama yang indah, bolehkah saya mengetahui apa arti dari namamu yang indah itu rina?”, Tanya Fahmi penasaran.
“Nisrina Zahirah diambil dari bahasa arab yang berarti “Mawar putih yang bersinar”. Orang tuaku berharap dengan memberikan nama itu kepadaku, aku bisa menjadi wanita seindah mawar putih yang harum serta cahayanya yang indah bisa menjaga dan menerangi hidupku dari kegelapan dunia”, jawab wanita itu dalam pesan e –mail.
“subhanallah, semoga Allah SWT mengabulkan doa kedua orang tuamu yang tersimpan dibalik namamu yang indah itu, amin…” kata Fahmi.
“amin, Insyaallah…”, balas gadis itu.
         Mereka terus saling berbalas e – mail dalam beberapa bulan, setiap kata – kata dari pembahasan mereka bagaikan bibit tunas cinta yang tumbuh subur dihati kedua insan tersebut.
Dan mereka pun seakan menjalin cinta melalui kata – kata yang tertulis melalui pesan e – mail.
Fahmi sudah berkali – kali meminta agar mereka saling bertukar foto, tetapi Rina selalu menolak.
“jika memang kamu mencintaiku dengan tulus, apapun rupaku sekarang itu tidak akan mempengaruhimu, Fahmi. Aku hanya khawatir, saat engkau mengetahui rupaku dan memandang bahwa wajahku ini cantik, aku takut bahwa kau mencintaiku karena kecantikanku dan akan melepaskanku setelah kecantikanku memudar. Seperti seseorang yang memetik mawar cinta, lalu bunga tersebut dihempaskan setelah keharumannya hilang. Atau ketika kau memandang wajahku ini cenderung tidak cantik, aku takut engkau akan menjauhiku dan menganggapku sebagai mawar berduri yang sangat tajam yang sebentar lagi akan engkau musnahkan. Jadi, sebaiknya engkau tidak mengetahui bagaimana rupaku yg sesungguhnya”. Cetus Rina.
“tapi aku ingin sekali bertemu denganmu, bercengkrama langsung dengan mu, rina.” Jawab Fahmi.
“baiklah, jika itu keinginan terbesarmu maka aku penuhi bahwa kita akan bertemu langsung. Temui aku di taman tepat di depan stadion teladan pada hari minggu ini pukul 1 siang. Pada saat kita bertemu di hari itu, kita bebas menentukan apa yang kita putuskan untuk hubungan kita ini”. Kata wanita itu.
“Terimakasih, karena sudah memenuhi permintaanku untuk bertatap muka secara langsung denganmu. Dan aku pun sudah tidak sabar lagi untuk bertemu denganmu, wahai sang indah ku”. Seru Fahmi membalas pesan.
“aku pun sudah tak sabar menantikan hari itu, wahai pangeran hatiku”. Jawab Rina.
“tapi bagaimana aku mengetahui bahwa itu adalah kamu wahai rina?”. Tanya Fahmi.
“kamu akan mengenaliku, karena aku akan mengenakan selendang berwarna hijau saat bertemu denganmu. Seperti kau ketahui, warna hijau adalah warna kesukaan ku karena menurutku itu adalah lambang kehidupan alam”. Jawab Rina.
“baiklah, kan kutunggu dirimu wahai wanita berselendang hijau. Dan kau juga akan mengenaliku juga karena aku akan memakai kemeja orange tua yang kau ketahui adalah warna kesukaanku”.

Dan hari ini adalah hari dimana mereka bertemu, jam sudah menunjukan pukul 1 lewat 5 menit. Fahmi semakin merasa gundah dan jantung nya berdebar saat melihat seorang gadis berhijab putih lewat di depannya dengan wajah tersenyum indah sambil melihat kearah Fahmi. Subhanallah, Fahmi berharap bahwa gadis itu adalah Rina yang ingin ditemui nya sampai ia melupakan bahwa gadis itu tidak memakai selendang berwarna hijau dan memandang kearah gadis itu sampai tak terlihat lagi. Tetapi ketika ia menghadap lagi kearah semula, Fahmi melihat seorang wanita yang berumur kurang lebih 35 tahun yang memakai selendang berwarna hijau yang seperti akan menghampirinya.
“oh, itukah rina”. Seru Fahmi dalam hati.
Wajahnya agak keriput dan tubuhnya cenderung agak berisi. Pikiran Fahmi mendadak galau dan harus menerima Rina apa adanya, karena rina lah yang selama ini menemaninya dan selalu memberi pencerahan padanya saat ia merasa terpuruk dan lalai memahami kehidupan.
Dan tanpa berpikir panjang lagi siar pun bergegas menghampiri wanita itu dan berkata “Assalamualaikum, nama saya Fahmi, kamu tentu saja Nona Rina kan. Saya sungguh senang sekali bisa bertatap muka dengan kamu, maukah kamu menemani saya untuk makan siang?”.
Wanita itu tersenyum dan ia pun menjawab “ maaf nak Fahmi, sebenarnya saya tidak tau apa arti semua ini. Gadis berhijab putih yang baru saja lewat tadi adalah keponakan saya dan meminta agar saya mengenakan selendang hijau ini. Dan ia juga berpesan bahwa kamu akan mengajak saya untuk makan siang bersama. Sebenarnya Dia sedang menguji mu, dan ia juga berpesan bahwa dia menunggu kamu di kafe tepat di ujung taman ini dan membawa selendang ini bersama mu”.
Fahmi pun yang tadinya dipenuhi dengan rasa gundah berubah menjadi Fahmi yang merasa senang bagaikan baru mendapatkan kejutan. Dan iapun segera menuju ke kafe tersebut setelah permisi dengan wanita itu dan membawa selendang hijau bersamanya. Sesampai di kafe, ia menemukan Rina duduk dengan wajah tersenyum sambil melambaikan tangan, tanda bahwa ia memanggil Fahmi untuk menghampirinya. Fahmi pun menghampirinya lalu duduk tanpa menggalihkan pandangannya menghadap ke Rina.
“Terimakasih Fahmi, karena sudah membuktikan janjimu kepadaku dan membuat gadis yang dihadapanmu ini menjadi wanita yang paling bahagia”. Seru rina dengan nada suara yang lembut.
“Aku juga bersyukur kepada Allah karena sudah menghadiahkan dirimu di dalam hidupku, dan hati ini seakan ingin menjaga mu, menghormati sikapmu dan membuat hatimu senantiasa damai dalam menghadapi dunia yang penuh dengan suka cita ini. Uhibbuki, Rina”. Jawab Fahmi dengan Suara halus tapi dengan tatapan yang serius.
Disitulah awal kehidupan cinta mereka yang akhirnya menjadi lebih subur dan berbuah menjadi cinta sejati yang terikat oleh ikatan suci. Dan menjadikan selendang hijau tersebut sebagai kenangan dari  kisah cinta mereka. Kisah cinta yang istimewa.
Yang Insyaallah akan membawa mereka sampai munuju Surga Cinta yang di karuniai Allah SWT.


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar